Berita Pers - Disahkan Menkominfo, Konsorsium PSN: Proyek SATRIA Mulai Dibangun September 2020

JAKARTA, 4 September 2020 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, berkomitmen melanjutkan proyek Satelit Multifungsi (SMF) yang disebut Satelit Republik Indonesia (SATRIA). Melalui anak usahanya, PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) bersama dengan Konsorsium PSN yang merupakan konsorsium lokal bekerja sama dengan aerospace manufacturer asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS), untuk segera memulai konstruksi pada September 2020.

Konstruksi SATRIA akan segera dibangun ditandai dengan penandatanganan Preparatory Work Agreement (PWA) proyek SATRIA yang dilakukan oleh Direktur Utama PSN dan Direktur Utama SNT, Adi Rahman Adiwoso di Jakarta bersama dengan VP Telecom Business Unit TAS, Pascal Homsy di Perancis secara virtual pada Kamis, 3 September 2020. Penandatanganan virtual disaksikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif,  Sales Director South East Asia TAS Olivier Guilbert dan CEO Thales Indonesia Eric Jan. Sedangkan penandatanganan secara virtual juga disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Olivier Chambard.

Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan, “Saya mengucapkan selamat atas tercapainya tahapan PWA proyek SATRIA antara SNT sebagai bagian dari Konsorsium PSN dengan Thales Alenia Space. Pandemi memberikan pengaruh sangat signifikan terhadap industri dirgantara, termasuk satelit, seperti efek negatif pada penyelesaian proyek, terganggunya supply chain, dan perlambatan pengoperasian fasilitas untuk pabrikasi. Namun bagi Indonesia dan mitra-mitra kerja satelitnya justru sebaliknya terjadi. PWA Konsorsium PSN dan TAS menunjukkan bahwa iklim investasi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi Indonesia tidak sedang melambat, namun justru semakin melesat.”

Direktur Utama PSN sekaligus Direktur Utama SNT Adi Rahman Adiwoso menjelaskan konstruksi akan segera dilakukan TAS setelah PWA dilakukan. Adi pun menegaskan bahwa konstruksi mulai dilakukan pada bulan ini. “Indonesia bisa secepatnya menjadi digital society dengan mempermudah pendidikan, pemerintahan, kesehatan, perekonomian, dan sebagainya dengan akses internet. Kesetaraan digital ini menyiapkan seluruh bangsa menghadapi masa depan yang sebagian besar berdasarkan digital world ,” jelas Adi Rahman di Jakarta, Jumat (4/9).

Menurut Adi, proyek SATRIA bagi kelompok usaha PSN merupakan bagian dari rangkaian Satelit Nusantara yang dimulai sejak 2019. Satelit multifungsi ini memiliki kapasitas 150 gigabyte per second (Gbps) dengan menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dan memakai frekuensi Ka-Band.

Proyek SATRIA, kata dia, merupakan suatu keputusan strategis pemerintah yang sangat penting tidak kalah dengan keputusan pada saat pemerintah memutuskan untuk menggunakan Satelit Palapa A pada tahun 1970 bagi sistem komunikasi satelit domestik yang membuat seluruh masyarakat Indonesia akhirnya dapat berkomunikasi dan menikmati saluran televisi nasional, TVRI.

“Dengan kapasitas sebesar 150 Gbps berarti lebih besar tiga kali lipat dari semua kapasitas satelit nasional yang saat ini masih digunakan. Kami yakin SATRIA dapat menjadi jawaban dari digital gap yang masih terjadi di Indonesia,” jelas Adi.

Lalu, Adi juga menjelaskan bahwa total investasi SATRIA yang mencapai US$ 550 juta atau Rp 8 triliun akan dibiayai oleh sindikasi perbankan bank-bank internasional yaitu The Hongkong and Shanghai bank Corporation Limited (HSBC), Banco Santander, S.A (Santander) dan The Korean Development Bank (KDB) yang didukung oleh bank penjamin yaitu Bpi France Assurance Export (Bpi), Export Credit Agency dari Perancis dan lembaga keuangan multilateral, Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB) yang berbasis di Beijing, Tiongkok, dengan persentase fasilitas pinjaman sekitar US$ 425 juta (sekitar Rp 6,3 triliun) atau dengan persentase 77,27% dari seluruh total investasi. Sedangkan sisanya sebanyak US$ 125 juta atau setara 22,73% dari total investasi SATRIA akan menggunakan modal Konsorsium PSN.

Adi juga menjelaskan, dengan menerapkan teknologi VHTS, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dapat melakukan efisiensi biaya sewa SATRIA yaitu hanya akan berkisar 12-20% dari biaya sewa pemerintah saat ini.

Konsultan satelit terkemuka di dunia asal Amerika Serikat, Northern Sky Research, memprediksi harga 1 megabyte per second (Mbps) pada 2024 mendatang dipasar masih akan dua kali lebih mahal dari yang dibayarkan BAKTI untuk proyek SATRIA ini. Dengan itu, kata Adi, pemerintah sudah tepat menerapkan program ini karena memiliki biaya sewa kapasitas yang murah dan terjangkau yang membuat pemerintah dapat menghemat anggaran.

“Kami perlu menekankan bahwa ini proyek SATRIA bukan proyek yang sangat menguntungkan secara komersial bagi perusahaan. Namun, kami merasa terhormat dapat mengemban tanggung jawab dan dapat diikutsertakan dalam membangun Indonesia. Kami berterima kasih kepada Menteri Komunikasi dan Informatika dan jajarannya, BAKTI, para pendukung pendanaan dari bank sindikasi Bpi, HSBC, Santander, KDB, AIIB, dan Perusahaan Penjamin Infrastruktur Indonesia, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan proyek SMF. Kami berharap dengan proyek SATRIA benar-benar dapat mengentaskan kesenjangan digital di Indonesia,” tutup Adi.

***


satelit nusantara dua

BERITA PERS - PSN dan Pintar Komitmen Lanjutkan Bangun Kapasitas Satelit di Indonesia

satelit nusantara duaJAKARTA, 10 April 2020 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) bersama dengan shareholders, PT Pintar Nusantara Sejahtera (Pintar), berkomitmen untuk terus membangun kapasitas satelit di Indonesia. Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, PSN Group tetap berkomitmen untuk membangun satelit baru untuk mengisi slot orbit 113º Bujur Timur (BT) yang dapat mengisi kebutuhan komunikasi digital dan broadcasting masyarakat Indonesia.

“Saat ini, perusahaan sudah menganalisis dan memiliki sejumlah rancangan satelit yang sangat efektif dan cost efficient dengan menggunakan teknologi terkini,” kata Adi Rahman di Jakarta.

Adi yakin pembangunan satelit dapat berkontribusi untuk kemajuan digital yang merata di Tanah Air. “Kami menegaskan akan terus membangun infrastruktur satelit yang efisien dan memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Dengan itu, kami akan mencapai tujuan kami untuk menjadi penyedia kapasitas satelit terbesar di Indonesia. Kami mengharapkan Indosat sebagai mitra kami di proyek satelit Nusantara Dua dapat ikut serta dalam komitmen ini,” tutup Adi.


BERITA PERS - Satelit Nusantara Dua Mengalami Anomali ketika Mengangkasa

JAKARTA, 9 April 2020 – Satelit Nusantara Dua pada hari ini, Kamis (9/4), telah meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang, Cina, pada pukul 19.46 waktu setempat. Setelah proses lift off berjalan dengan baik, terjadi anomali ketika memasuki tahap pelepasan roket tingkat tiga, sehingga satelit tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.

Presiden Direktur PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS) Johanes Indri Trijatmodjo mengatakan, “Nusantara Dua telah dilindungi oleh asuransi yang sepenuhnya memberikan perlindungan atas risiko peluncuran dan operasional satelit.”

 


syukuran nsatu

Satelit Nusantara Satu Sukses Mengorbit di Atas Papua, Siap Layani Kebutuhan Internet Indonesia

JAKARTA, 1 April 2019 – Satelit Nusantara Satu milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, siap melayani kebutuhan internet di seluruh Indonesia setelah sukses meluncur pada Jumat, 22 Februari 2019, pukul 8.45 WIB dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Setelah melakukan in-orbit raising, pada 7 Maret Nusantara Satu sukses mengorbit di 146° BT atau tepat di atas Papua sesuai jadwalnya. Saat ini, Nusantara Satu sedang melakukan test di orbit (in-orbit test) tahap akhir dan indikasi teknis menunjukkan kondisi satelit dalam keadaan normal sesuai spesifikasinya.

Sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan Satelit Nusantara Satu mengorbit sesuai jadwal, PSN mengadakan Syukuran Peluncuran Nusantara Satu yang diadakan di Shangri-La Hotel Jakarta, Senin (1/4). Pada acara ini hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dan segenap Direksi, manajemen, serta karyawan PSN juga ikut berpartisipasi.

syukuran nsatu

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, setelah mengorbit dan dilakukan serangkaian tes, Nusantara Satu dinyatakan dalam kondisi sehat atau seluruh spesifikasi teknis terpenuhi sesuai dengan rancangan dan harapan.

“Dengan semangat ‘Satukan Indonesia’, Satelit Nusantara Satu telah mengemban tugasnya dengan baik hingga saat ini dan siap beroperasi agar dapat memberikan akses internet yang merata kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk terus mendorong penggunaan satelit agar mengurangi digital gap di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Adi ketika acara Syukuran Peluncuran Nusantara Satu di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (1/4).

Menurut Adi, serangkaian tes telah dilakukan oleh Nusantara Satu. Sehari setelah orbit atau pada 8 Maret 2019, tes di orbit atau In Orbit Test (IOT) dijalankan yaitu di Cikarang melakukan Payload/Transponder IOT, sementara itu dilakukan Bus IOT di  Mission Control Center (MCC) Palo Alto dari SSL. Selain itu, tim PSN juga melakukan verifikasi dari Satellite Control Facility (SCF) di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

Pengendalian satelit, kata Adi, sejak meluncur hingga sampai ke orbit, Nusantara Satu masih dikendalikan oleh MCC Palo Alto milik SSL, namun tetap di bawah pengawasan SCF Jatiluhur. Setelah serangkaian tes pada satelit berjalan lancar dan proses administrasi diselesaikan, SSL pun akan menyerahkan kepada PSN selambat-lambatnya pada 1 April ini.

“Semua yang di bawah kendali kami seperti pusat monitor jaringan di Cikarang dan SCF Jatiluhur sudah siap beroperasi sejak 2 November tahun lalu. Kami bersyukur peluncuran satelit hingga mencapai orbitnya dan pelaksanaan seluruh proses mulai dari persiapan, peluncuran, perjalanan menuju orbit hingga serangkaian pengujian teknis telah dilakukan dengan baik,” kata Adi.

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throughtput Satellite (HTS) yang dapat memberikan layanan internet dengan kapasitas lebih besar dibandingkan satelit konvensional. Selain itu, teknologi Next Generation Electric Propulsion pada Satelit Nusantara Satu mampu membuat berat satelit menjadi sangat ringan saat peluncuran sehingga membuatnya lebih efisien dan cost effective sehingga menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.

Ketika meluncur, Satelit Nusantara Satu hanya memiliki bobot sebesar empat ton, sementara kapasitas kargo Space-X adalah tujun ton. Dalam perjalanannya, Satelit Nusantara Satu melepaskan Forecone dan Satelit SSV2 di ketinggian sekitar Geosynchronous. Kemudian Satelit Nusantara Satu berhasil menempati orbit pada Kamis, 7 Maret 2019 dan langsung menjalankan rangkaian tes uji coba.

Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN Dani Indra Widjanarko menjelaskan, uji coba IOT pada Satelit Nusantara Satu perlu dilakukan untuk mengevaluasi kesehatan satelit pasca peluncuran. Pengetesan tersebut berjalan dengan baik tanpa degradasi spesifikasi teknis ataupun pengurangan umur satelit. Sejak peluncuran hingga perjalanan menuju orbit, semuanya berjalan sesuai jadwal tanpa terjadi anomali.

Setelah mencapai orbit, Satelit Nusantara Satu terlebih dahulu dilakukan pengecekan Bus dan Payload/Transponder sebelum mulai beroperasi. “Serangkaian critical test yang dijalankan sudah selesai dan seluruh spesifikasi teknis juga terpenuhi sesuai dengan rancangan. Pengecekan Bus dan Transponder menunjukkan hasil yang baik. Berbagai prosedur pengujian lainnya juga berhasil dilalui sesuai prediksi. Malah dalam banyak hal, hasilnya justru melebihi ekspektasi kami,” ungkap Dani.

Satelit Nusantara Satu memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps. Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS. Dengan menggunakan platform SSL-1300 140, Satelit Nusantara Satu sanggup mengorbit dan beroperasi selama lebih dari 15 tahun.

Adi menambahkan, beroperasinya Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat mengatasi kesenjangan internet yang terjadi. Saat ini, sekitar 3 ribu desa yang berhasil dikoneksikan oleh PSN, sampai akhir tahun 2019 jumlahnya ditargetkan meningkat hingga 10 ribu desa. Dan diperkirakan 25 ribu desa dapat terhubung ke internet sekitar tahun 2020-2021.

“Kami yakin, kemampuan yang dimiliki Satelit Nusantara Satu dapat membuka akses teknologi informasi yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah sehingga mampu membuka peluang bagi percepatan ekonomi di daerah. Ini merupakan wujud komitmen dan kontribusi PSN dalam membangun infrastruktur komunikasi bagi masyarakat Indonesia untuk menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Adi.


PSN Kembali Membangun Satelit Baru untuk Menjadi Penyedia Layanan Broadband Terbesar di Indonesia

JAKARTA, 5 Desember 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta pertama di sektor jasa telekomunikasi dan informasi berbasis satelit di Indonesia, kembali melakukan aksi korporasi dengan membangun satelit baru yang akan dinamai PSN VI. Satelit baru ini akan di operasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PT PSN Enam Indonesia dan didukung oleh pembiayaan dari Export Development Canada (EDC), lembaga kredit ekspor Kanada. Satelit PSN VI  dibangun oleh Space System/Loral, perusahaan pembuat satelit terkemuka dari Amerika Serikat dan ditargetkan mengorbit pada akhir tahun 2018 pada slot orbit 1460BT yang dikelola oleh PSN.

Acara penandatanganan kerjasama pembiayaan antara PT PSN Enam Indonesia dengan EDC dilakukan hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta oleh Nedy Zachry, Direktur PT PSN Enam Indonesia dengan Tushar Handiekar, Director, Infrastructure & Industrials, Structured & Project Finance Export Development Canada (EDC) yang disaksikan oleh Adi Rahman Adiwoso, CEO PT. Pasifik Satelit Nusantara. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, jajaran Direksi PSN dan anak usaha, serta manajemen dari EDC, Kanada. Perjanjian pembiayaan dengan EDC ditandatangani pada tanggal 25 Oktober 2017 di Jakarta dan Ottawa, Kanada.

Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, pembangunan satelit PSN VI akan mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penyedia layanan broadband terbesar di Indonesia. Langkah strategis ini juga merupakan bagian dari komitmen PSN untuk mendukung program kemandirian satelit Indonesia yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia serta mengoptimalkan peluang perusahaan satelit domestik untuk memenuhi kebutuhan data broadband di Indonesia yang sangat tinggi.

“Sebagai pionir perusahaan satelit di Indonesia, PSN terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan layanan satelit yang terus meningkat dengan menambah satelit-satelit baru dengan teknologi yang lebih canggih agar layanan komunikasi baik data maupun suara dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat Indonesia. Kami berharap layanan satelit PSN dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia dan ikut menggerakan perekonomian nasional,” kata Adi Rahman di Jakarta, Selasa (5/12).

PSN VI memiliki kapasitas transponder C Band dan Ku Band yang dapat menjangkau seluruh pelosok wilayah di Indonesia. Transponder C band rencananya akan digunakan untuk melayani kebutuhan cellular trunking dan komunikasi data perusahaan maupun lembaga pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia.

Transponder Ku Band ditujukan untuk melayani kebutuhan internet kecepatan tinggi melalui satelit.  PSN VI akan memiliki kemampuan sebagai High Throughput Satellite (HTS) pertama di Indonesia yang dapat  memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Untuk meningkatkan kapasitas layanannya serta memberikan layanan yang cost effective bagi pelanggannya, PSN secara konsisten terus membangun satelit dengan teknologi-teknologi canggih.  PSN dengan dukungan dari PT Pintar Nusantara Sejahtera yang merupakan pemegang saham utama PSN, dan mitra strategis lainnya, juga sedang membangun Satelit Palapa-N1 yang direncanakan beroperasi pada 2020. PSN juga sedang merancang satelit PSN VII yang ditargetkan dapat melayani konsumen mulai tahun 2022. Dengan beroperasinya seluruh satelit tersebut, Grup PSN akan menjadi perusahaan penyedia layanan broadband satelit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 130 Gbps.

Adi Rahman menjelaskan, perubahan gaya hidup dan aktvitas ekonomi masyarakat yang terus meningkat akan mendorong kebutuhan data melalui akses satelit broadband di Indonesia yang akan mencapai angka 160 Gbps di tahun 2020. Oleh karena itu, melalui pembangunan dan pengoperasian satelit-satelit baru, PSN berharap dapat mendukung proyek strategis nasional untuk menghilangkan digital gap dan memenuhi kebutuhan akses broadband internet.

“Satelit PSN VI ini merupakan infrastruktur penting untuk memenuhi kebutuhan jaringan komunikasi berupa data di Indonesia sebagai negara kepulauan. Satelit merupakan salah satu medium yang efisien untuk menjangkau wilayah yang sulit dan tidak dapat dilayani oleh jaringan infrastruktur terestrial seperti menggunakan fiber optic dan microwave link,” jelas Adi Rahman.

Meningkatnya jumlah kelas menengah dan semakin tinggi daya beli masyarakat Indonesia telah mendorong penggunaan internet semakin tinggi. Menurut lembaga riset pasar e-Marketer,  populasi pengguna internet di Indonesia melonjak dari 83,7 juta orang pada 2014 menjadi sekitar Rp 112 juta pada tahun 2017. Besarnya pengguna internet ini telah mendorong sektor e-commerce di Indonesia juga tumbuh pesat. Pada tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan, potensi per  putaran uang dari sektor e-commerce akan US$ 130 Miliar atau sekitar Rp 1.775 triliun.

Menurut Adi Rahman, internet telah membawa perubahan dan peluang-peluang baru dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pembangunan dan pengoperasian satelit yang dilakukan PSN diharapkan dapat menciptakan multiplier effect ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

“Satelit adalah infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi yang lebih efisien dengan jangkauan luas. Berbagai keunggulan inilah yang dapat dioptimalkan oleh masyarakat Indonesia untuk membangun peradaban dan kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Bill Brown, VP Regional EDC mengatakan,”EDC terus menyediakan solusi finansial untuk memperkuat hubungan  yang kian erat antara perusahaan teknologi terdepan Kanada dengan para pembeli dari Asia Tenggara. Transaksi PSN ini adalah contoh yang pas bagaimana pembiayaan dari EDC dapat membantu menciptakan hasil akhir yang positif bagi semua pihak, dan kami berharap untuk bisa melakukan lebih banyak deal-deal semacam ini di Indonesia,”

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara  menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kesepakatan kerja sama yang dilakukan PSN dengan EDC. "Pemerintah sangat mengapresiasi keterlibatan aktif pelaku usaha dan inisiatif yang dilakukan PSN bisa mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia dengan internet, sehingga kegiatan ekonomi bertambah efisien,” kata Rudiantara.

 


PSN Jalin Kerja Sama Strategis Untuk Membangun Satelit PALAPA-N1

JAKARTA, 17 Mei 2017 – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dalam  membangun Satelit Palapa Nusantara 1 atau disingkat Satelit PALAPA-N1 untuk memberikan layanan broadcast dan broadband di Indonesia. Pembangunan satelit tersebut dilakukan melalui kerjasama perusahaan patungan dengan Indosat Ooredoo dan dengan menggandeng pembuat satelit terkemuka dari Cina yaitu China Great Wall Industry Corporation. Kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen PSN dalam mendukung rencana kemandirian satelit nasional.

Chief Executive Officer PSN, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan satelit merupakan infrastruktur terpenting dan memainkan peranan yang sangat besar bagi Indonesia. Teknologi informasi juga saat ini sudah menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Dengan bentuk wilayah Indonesia yang berupa kepulauan, teknologi satelit merupakan solusi dan pemersatu seluruh wilayah nusantara.“Kami mendukung program pemerintah yang mencanangkan kemandirian satelit nasional, dan pembangunan Satelit PALAPA-N1 yang merupakan inisiatif PSN bersama Indosat Ooredoo adalah komitmen nyata kami untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia,” ujar Adi Rahman.

Pembangunan Satelit PALAPA-N1 ini dibuat dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji dan akan diluncurkan dengan roket peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di China. Satelit ini ditargetkan rampung pada 2020 dan akan segera diorbitkan untuk memperkuat armada satelit  PSN. Saat ini PSN sudah mengoperasikan Satelit VR yang mengorbit sejak 2014 lalu. Ditambah rencana pengoperasian Satelit PSN VI pada 2019 dan PSN VII pada 2022, perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia ini akan mengoperasikan 4 satelit baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengoperasian satelit-satelit tersebut akan membuat PSN mampu menyediakan layanan broadband di Indonesia dengan kapasitas hingga 130 Gbps.

Jika ditambah dengan penyedia jasa satelit di Indonesia lainnya, yakni Telkom dan BRI, maka total kapasitas satelit di Indonesia diperkirakan akan memiliki layanan hingga 150 GBps.  Dengan adanya armada satelit PSN ini, Indonesia tidak akan lagi tergantung pada operator satelit asing untuk penggunaan jasa satelit pada tahun 2022. "Dengan begitu, layanan satelit di Indonesia tidak akan tergantung oleh perusahaan asing lagi, karena perusahaan domestik mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara nasional,” kata Adi Rahman.

President of China Great Wall Industry Corporation (CGWIC), Yin Liming, menyambut positif kerja sama dengan PSN tersebut. Kerja sama yang terjalin antara PSN dan CGWIC ini akan memberikan dampak positif bagi layanan telekomunikasi di Indonesia. “Kami bangga bisa bekerja sama dengan PSN dalam mengembangkan Satelit PALAPA-N1. Kami yakin proyek ini akan bermanfaat dalam pengembangan sektor telekomunikasi di Indonesia yang berkembang sangat pesat dewasa ini,” ujar Yin Liming.

Sekilas tentang penandatanganan PSN VII

Dalam kesempatan itu, penandatanganan naskah kesepahaman antara PSN dengan China Great Wall Industry Corporation (CGWIC) untuk satelit PSN VII juga merupakan komitmen PSN dalam melayani kebutuhan jasa satelit di Indonesia. “Sebagai perusahaan nasional, kami yakin PSN VII akan mampu memberikan layanan jasa satelit yang berkualitas dan menjangkau seluruh pelosok negeri,” jelas Adi Rahman.

CGWIC juga menyatakan antusiasmenya terhadap kerjasama ini karena akan meningkatkan reputasi kedua perusahaan di dunia persatelitan internasional. “Dan juga satelit PSN VII ini akan memberikan konektivitas yang lebih luas di seluruh Indonesia yang membuat kerjasama ini mendapat apresiasi tinggi,” ujar Yin Liming.

PSN Gandeng Surya University Kembangkan Satelit LEO

Pada acara yang sama, PSN juga melakukan tanda tangan nota kesepahaman dengan Universitas Surya  terkait dengan pembangunan Satelit LEO kelas cube sat. Kerjasama ini merupakan komitmen PSN dalam memberikan akses dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi anak bangsa untuk berkarya di dunia persatelitan nasional.

Founder Surya University, Prof. Yohanes Surya, menyatakan bangga bisa bekerja sama dengan PSN. “Kami berharap ini bisa menjadi inspirasi agar anak bangsa bisa terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang tidak kalah dengan negara lain. Kami menyampaikan terima kasih kepada PSN yang telah memberikan kesempatan kepada Surya University untuk terlibat langsung dalam pembuatan cube sat” ujar Yohanes.

Satelit PALAPA-N1 Gunakan Teknologi High Throughput  Satellite

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dalam merancang Satelit PALAPA-N1 ini akan menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS). Teknologi tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

Dengan pemanfaatkan teknologi tersebut, program pemerintah untuk memperkenalkan internet di seluruh Indonesia juga bisa dioptimalkan, seperti Desa Pintar, Universal Service Obligation (USO), atau Kewajiban Pelayanan Universal (KPU). Program USO sendiri merupakan salah satu program Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menghubungkan desa-desa terluar, terdepan dan tertinggal di Indonesia dengan internet.

Satelit PALAPA-N1 akan dioperasikan dan ditangani oleh PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), perusahaan patungan antara Indosat Ooredoo, PSN, dan PT. Pintar Nusantara Sejahtera, yang merupakan salah satu pemegang saham PSN. Satelit PALAPA-N1 nantinya akan berada di orbit 113° BTyang rencananya beroperasi pada tahun 2020 mendatang.