Penandatanganan Kontrak Proyek Penyediaan Hot Backup Satellite dan Jasa Pengoperasian

Jakarta, 15 Maret 2022 – Penandatanganan kesepakatan proyek pembangunan Hot Backup Satellite dilaksanakan oleh  Dirut BAKTI Anang Latif dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mutsla Adlan beserta jajaran Direksi Kemitraan Nusantara Jaya yang disaksikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bertempat di di Hotel Kempinski, Jakarta.

Kemitraan Nusantara Jaya dinyatakan sebagai pemenang tender pengadaan Proyek Penyediaan HBS (Hot Backup Satellite), seperti yang diumumkan oleh Kementerian Komunikasi dan informatika melalui BAKTI pada 11 Maret 2022.

Penandatanganan Kontrak Pengadaan Barang/Jasa dan Kontrak Perintah Kerja dilakukan oleh Kemitraan Nusantara Jaya yaitu Bpk. Agus Budi Tjahjono (Direktur Utama PT Satelit Nusantara Lima), Bpk. Ravi Talwar (Direktur PT Satelit Nusantara Lima dan Direktur PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera), Bpk. Alex Sutanto (Direktur PT DSST Mas Gemilang), Bpk. Paulus Yuniardi (Direktur PT DSST Mas Gemilang), Bpk. Adi Rahman Adiwoso (Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara), dan Bpk. J. Indri Prijatmodjo (Direktur Utama PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera).

    Menteri Johnny mengatakan,

Hot Backup Satellite bertujuan untuk mitigasi hal-hal force majeure, sehingga kita tetap mempunyai backup yang siap ditempatkan di orbit. Satelit ini juga berkaitan dengan independensi dan kedaulatan layanan telekomunikasi, geopolitik, geostrategis, geoekonomi.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, mewakili jajaran direksi Kemitraan Nusantara Jaya menyatakan bahwa dengan pengadaan Hot Backup Satellite akan mendukung Indonesia dalam memasuki era digital dan menjadikan Indonesia sebagai pemilik kapasitas satelit terbesar di Asia di tahun 2023.

“Dengan adanya SATRIA 1 dan Hot Backup Satellite ini merupakan suatu keputusan yang sangat penting dan sangat besar dimana pemerintah akan memberikan layanan internet sehingga tidak ada orang yang tertinggal atau ‘No man is left behind’ untuk memasuki era digital di Indonesia.”

jelas Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman
Adiwoso.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.